Kampung Jamur Kawasan Bandung Utara Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Kampung Jamur Kawasan Bandung Utara Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Kampung Jamur Kawasan Bandung Utara Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Kampung Cipeusing, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat sejak lama dikenal sebagai Kampung Jamur. Kampung ini berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dengan ratusan pembudidaya komoditas sayuran Jamur Tiram Putih.

Salah satu pembudidaya di kampung jamur ialah Nanang Suratna, petani berusia 44 tahun ini mulai menggarap budidaya sayuran kaya nutrisi sejak tahun 1998. Diatas lahan 140 meter persegi ia memulai usaha budidaya jamur. Dari lahan tersebut cukup bagi 10 ribu media tanam jamur atau biasa disebut Baglog.

Pasang surut budidaya jamur sudah ia lakoni mulai dibeli tengkulak Rp500 per kilogram hingga kini Rp12.000 perkilogram. Tahun 1998 saya mulai budidaya jamur. Dulu ratusan warga disini bertani jamur, kalau sekarang mulai berkurang. Mungkin petani rumahan hanya saya yang bertahan, tutur Nanang saat menyambangi kediamannya di Kampung Cipeusing RT04 RW04 Desa Kertawangi, Selasa (17/9/2019). Berkurangnya pembudidaya jamur bernama latin Pleurotus ostreatus itu disebabkan berbagai hal. Yang paling banyak gulung tikar karena perubahan bahan baku pembakaran untuk penguapan jamur.

Dulu kan pakai minyak tanah, sekarang kalau pakai gas lebih mahal. Padahal penguapan perlu dilakukan selama sebulan pada masa pembibitan dan sehari 12 jam, katanya. Saat pakai minyak tanah, sebut dia, sebulan menghabiskan 500 liter namun setelah tidak ada dan gas subsidi dilarang untuk industri terpaksa ia memakai bahan bakar kayu.

Jalan Ke arah Negeri di Atas Awan Lebak Banten

Pengukusan itu untuk membunuh hama saat pembibitan, sebulan pengukusan dari masa tanam empat bulan, katanya. Pada panen raya dari budidaya rumahan ini bisa menghasilkan 1,5 ton jamur tiram putih. Selanjutnya perhari ada saja panen dalam skala kecil maksimal 20 kilogram. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Kertawangi, Ahmad Gojali mengatakan, Kampung Jamur sedang di proyeksikan menjadi kampung wisata. Letak geografis kampung yang berada di perlintasan jalur wisata Cimahi-Lembang dan Cikalongwetan-Lembang dirasa cocok menjadi destinasi wisata baru di Bandung Barat.

Menurutnya, kampung jamur memiliki sumber daya manusia dan daya dukung alam yang ideal untuk jadi kampung wisata. Saya sedang berupaya menggali potensi sumber daya yang ada untuk menunjang terwujudnya kampung jamur menjadi desa wisata, terang Jali. Kedepan, kata dia, kampung jamur akan dibuat sebagai wahana wisata agro dan edukasi pertanian.

Disamping itu obyek wisata akan dibuat semenarik mungkin dikunjungi semua lapisan usia. Pihaknya sedang mengajak warga melakukan inovasi berkaitan dengan penunjang wisata seperti inovasi kuliner berbahan dasar Jamur, rumah kaca jamur, teknik budidaya jamur dari hulu ke hilir dan edukasi anak dalam teknologi ramah lingkungan. Ingin kita ciptakan kampung wisata nuansa jamur.

Wisatawan yang berkunjung disuguhi wisata edukasi pertanian, membuat kerajinan dan menyantap kuliner jamur, harapnya. Untuk segera mewujudkan harapan itu, tambah Jali, dibutuhkan keterbukaan warga Kampung Jamur untuk membangun kebersamaan melakukan langkah tahap demi tahap hingga siap menerima wisatawan dari berbagai daerah. Kita bentuk koperasi bagi petani, kemudian Posyantek agar sumber anggaran pembangunan kampung wisata bisa terlaksana sesuai rencana, tandasnya.

admin

Leave a Reply