Masalembu, Pulau Eksotis di Sumenep, Jawa Timur

Masalembu Pulau Eksotis di Sumenep

Nama Masalembu, rasa-rasanya masih asing di telinga traveler. Tahukah kamu, berikut kepulauan di Segitiga Bermuda ala Indonesia.

Waktu lalu saya coba cari tahu mengenai Masalembu yaitu satu kepulauan terpencilk di Laut Jawa serta ada antara Pulau Jawa, Kalimantan serta Sulawesi. Bila dilihat, tempatnya bak seperti segitiga di antara pulau-pulau itu. Konon di perairannya, seringkali meregut banyak korban jiwa entahlah itu hilang, terbenam, terbakar atau terserang badai.

Saya sempat juga Sedikit shock sebab tempatnya yang benar-benar sangat jauh serta benar-benar kurangnya info mengenai pulau ini. Mengisyaratkan kepulauan ini salah satu tempat misterius di Indonesia. Selintas daya ingat saya ada saat satu siaran TV pernah membuat serial mengenai Pulau Masalembu dimana dikisahkan sekumpulan orang terdampar di pulau yg penuh dengan misteri itu.

Sesudah beberapa hari cari tahu akses menujuMasalembu di Pelabuhan Perak Surabaya serta bertemu dengan beberapa info sesat plus calo-calo yang bersebaran, pada akhirnya saya memperoleh petunjuknya. Keberangkatan saya direncanakan dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ialah jam 15.00 tetapi pada akhirnya pergi jam 17.00.

Masalah Bali ‘No Visit’, Wishnutama Serta Gubernur Koster Satu Suara

Pada akhirnya keesokannya jam 08.00, saya datang di Masalembu. Pulau yang dipikiran saya dipenuhi tanda pertanyaan ada apakah serta bagimana. Mujur saja perjalanan saya cukup lancar sebab saya sukses minum 2 butir obat mabok serta langsung teler.

Singkat kata, saya pada akhirnya eksplor pulau cantik ini yg nyatanya ditempati oleh sebagian besar beberapa orang Madura serta beberapa beberapa orang Mandar dari Sulawesi Barat. Karena tidak ada penginapan serta persewaan kendaraan, karena itu jurus paling akhir saya ialah memakai kepolosan muka saya supaya saya mendapatkan penginapan serta kendaraan untuk berkeliling-keliling pulau.

Masalembu itu eksotis. Beberapa gersang serta tandus, masyarakatnya ialah Nelayan serta TKI. Nyatanya pulau ini ialah satu Kecamatan serta sisi dari Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Walau sebenarnya dengan tempat pulau ini lebih deket ke Kalimantan Selatan.

Di tempat ini ada sekolaha, pasar, banyak masyarakat serta terdapat beberapa kehidupan yang masih mungkin butuh dilihat. Untuk mempermudah perjalanan wisata, ticket.com bisa saja pilihan.

Pantai Asik dan Keren di Sekitar Pulau Nusa Penida

Pantai Asik dan Keren di Sekitar Pulau Nusa Penida

Dalam beberapa tahun terakhir, para turis berarak-arak ke Bali Utara lalu ke Bali bagian Timur yang bersebarangan dengan Pulau Lombok. Nusa Penida merupakan pulau yang diapit Selat Badung – yang memisahkan dengan Pulau Bali – dan Selat Lombok. Lalu di sebelah selatan menghadap Samudera Indonesia, membuat Nusa Penida memiliki karakter yang unik karena dikepung tiga perairan.

Pantai-pantai itu membuat formasi yang epik – bernuansa pantai-pantai di Bali yang rindang bercampur pantai berkarang. Bahkan, sebagian pantai terbaik di Nusa Penida berada di kaki tebing. Keindahan itu, membuat Nusa Penida didatangi berulang-ulang oleh wisatawan. Jarang di antara mereka yang mengaku kecewa dengan keindahan Nusa Penida. Berikut pantai-pantai indah di Nusa Penida:

Pantai Atuh

Menuju Pantai Atuh bukanlah perjalanan mulus. Ada sedikit petualangan di situ. Jalanan yang dilalui wisatawan berupa jalan desa berhias lubang. Jalan yang tak mulus itu segera berubah menjadi bukit tanah, sepeda pun harus dibaringkan. Perjalanan dilanjutkan dengan trekking. Di balik bukit, merentanglah Pantai Atuh, yang berpasir putih dikelilingi tebing besar dan formasi batuan yang luar biasa. Sebuah lengkungan tebing menjorok ke pantai, sementara beberapa pulau berderet di kejauhan.

Pantai Kelingking

Pantai Kelingking disebut juga Pantai T-Rex. Formasi tebing yang menjorok ke pantai memang membentuk kepala T-Rex – seperti ikon film Jurasic Park. Sekali lagi, pantai indahnya berada di bawah tebing, terutama di bawah rahang T-rex yang disebut Kelingking Secret Point Beach.

Pantai Asik dan Keren di Sekitar Pulau Nusa Penida

Popularitasnya dibangun bukan sekadar dari nama T-Rex di Instagram, tapi pantai ini benar-benar indah. Lautnya bening berwarna biru dan ombak yang kuat, namun sangat nyaman untuk berjemur.

Pantai Crystal Bay

Sesuai dengan namanya, perairan di pantai sepanjang 1 kilometer ini memang sebening kristal. Ikan-ikan warna warni pun bisa tampak dengan mata telanjang. Meski debur ombak dari kejauhan begitu nyaring, tapi di tepi pantai terlihat laut tenang. Ini karena adanya batu karang di depan pantai yang membuat ombak tak sampai ke tepian. Batu karang atau pulau kecil itu disebut sebagai Batu Jineng, artinya batu peristirahatan.

Tengah teluk memang salah satu spot favorit para penyelam. Umumnya, mereka datang dengan perahu, langsung dari Sanur, Benoa, Nusa Dua, atau Nusa Lembongan. Saat mentari beranjak semakin tinggi, satu per satu perahu meninggalkan teluk berpasir putih tersebut. Pantai ini menyajikan pemandangan matahari terbenam yang indah.

Pantai Uug

Disebut juga Broken Beach. Pasalnya, alam bekerja dengan keras selama ribuan tahun untuk membuat lubang pada tebing. Diikuti longsoran dahsyat, yang membentuk kolam. Air laut mengalir masuk ke dalam lobang itu, dan membentuk teluk yang tenang. Sesekali pari manta dan hiu tampak di perairan kolam. Namun, keindahannya, hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Untuk menjangkaunya, wisatawan harus berurusan dengan tebing yang tegak berdiri.

Pantai Diamond

Sebelumnya, keindahan Pantai Diamond di Nusa Penida ini sebatas jauh di mata. Yup, wisatawan hanya bisa menikmati pantai di dasar tebing dari kejauhan. Kini, siapapun – dengan stamina prima – bisa menjangkaunya. Pasalnya, warga membuat tangga dengan mengukir sisi tebing kapur. Dengan adanya tangga itu, wisatawan bisa menjangkau pasir putih yang menawan.

Pantai Tembeling, Kolam Alam dan Hutan

Pantai Tembeling adalah sebuah tempat persembunyian kecil di ujung perjalanan sepeda motor melalui hutan. Sepanjang jalan, sebelum sampai ke pantai, Anda akan melewati kolam-kolam alami Tembeling. Kolam-kolam di tengah hutan itu, berdinding coklat dan oranye, yang kontras dengan air kolam berwarna birus. Salah satu kolam, merupakan sumber mata air warga yang sangat jernih dan bisa langsung diminum.

Sejumlah patung dan air mancur tradisional menghiasi tempat ini dan digunakan untuk ritual air. Agak turun sedikit, Anda akan sampau di kolam kedua yang juga berair bersih. Dari lokasi ini, Pantai Tembeling mulai terlihat. Anda bisa saja ragu, menikmati mata air yang sejuk, atau segera ke pantai yang dihimpit tebing yang indah.

Traveling Wisata Kecantikan Piaynemo Raja Ampat

Traveling Wisata Kecantikan Piaynemo Raja Ampat

Coba tulis keyword ‘Raja Ampat’ di mesin perayap, cari beberapa fotonya. Pasti keluar foto-foto gugusan pulau-pulau cantik. Itu Piaynemo, satu diantara lokasi ikonik di Raja Ampat, Papua Barat. Awal Maret 2019 saya berpeluang menjejakkan kaki di Piaynemo. Tidak cukup berpose dengan latar gugusan pulau, saya blusukan lihat keindahan Rajapoker lain dari Piaynemo. Tidak cuma alamnya yang cantik, tetapi bagaimana warga ditempat mengurus Piaynemo dengan cinta.

Mendaki bukit melewati rimba di Piaynemo, pengunjung dimanja dengan jalan kayu yang rapi. Khasnya, sulur tumbuhan dibiarkan muncul tembus jalan serta tangga-tangga dari lubang-lubang di lantai pijakan. Masyarakat tidak menghajar pohon, tiang, pancang, serta liana ditengah-tengah jalan, tetapi memberi mereka ruangan untuk tumbuh serta masih hidup semacam itu.

Menjejaki 300 anak tangga tidak berasa sebab kita dapat nikmati forest bathing, dengan udara kaya oksigen yang dapat dihirup dengan gratis. Perjalanan ditemani kupu-kupu yang terbang liar dibawah kanopi rimba.

Tidaklah sampai satu jam, pengunjung dapat sampai pucuk bukit berbentuk pelataran kayu memiliki 50 orang. Dari titik itu kita dapat nikmati panorama pulau-pulau kecil Raja Ampat serta ujung telaga dibalik bukit.

Baca juga : Rekomendasikan 5 Tempat Wisata Yang Terletak Di Indonesia

Turun dari pucuk bukit ada kios-kios pedagang punya masyarakat lokal. Mereka jual buah-buah kelapa pelepas dahaga, ikan asin untuk oleh-oleh, ketam kenari yang terkadang dibebaskan untuk dapat difoto jadi satu pertunjukan tertentu, serta beberapa souvenir seperti gelang-gelang serta kalung-kalung yang dibikin berbahan alam.

Saya mendekati kios paling dekat dari jalan, yang kebetulan telah ada banyak orang duduk di dalamnya serta sedang minum air kelapa sekalian bersenda canda. Saat saya pesan, penjual dengan ramah menggiring saya untuk berubah ke kios di lain sisi pelataran, yang kebetulan belumlah ada pembelinya.

“Yang di sini belumlah ada yang beli. Share, to?” tutur pedagang yang mengantarkan. Pemilik kios yang kami kunjungi langsung bergegas pilih buah kelapa terbaik. Pengendalian kios-kios itu memang dikerjakan oleh warga tradisi yang ada di pulau-pulau seputar. Satu minggu sekali, mereka berganti-gantian dengan penjual dari keluarga lain atau dari kampung lain.

Di waktu tidak giliran berjualan, mereka membuat ikan asin, atau cari kembali buah kelapa atau ketam kenari dan bahan apa pun dari kampung. Mereka share rejeki dengan semua. Saya tinggalkan Raja Ampat dengan rasa bahagia. Bukan karena hanya lihat panorama surgawinya, tetapi sebab melihat bagaimana masyarakat ditempat memperlakukan alam serta sama-sama.